Edward Manalu

""…..Bravo Sosio Christy…..""

  • Amsal 16:3

  • FB

  • Categories

  • OPTION

  • Kalender

    September 2010
    M T W T F S S
    « Jul   Oct »
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    27282930  
  • My-Twitter

    Follow edwardmanalu10 on Twitter

  • AddThis

    Bookmark and Share


  • Ketik kata atau ayat:

     
    Alkitab   Bahan

  • Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

    Join 5 other followers

  • Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

    Join 5 other followers

  • My Statistick

    • 39,861 Click
  • Top Created

  • Top-Ten

Bahan Khotbah 1 Korintus 12:14-27

Posted by Edward Manalu on September 10, 2010

Integritas Tubuh Kristus

1 Korintus 12:14-27

Pendahuluan

Kata-Kata yang mengatakan bahwa Tubuh itu adalah satu dan kesatuan cukup sering kita dengarkan. Dalam pengaplikasiannnya mungkin ada sedikit realitas yang melenceng dari pemahaman kata-kata yang kita dengarkan. Kesatuan dan keutuhan yang disebut dengan integritas merupakan salah satu hal yang penting dalam kehidupan kristiani, sebab Kristus sendiri telah menyatukan orang-orang percaya dalam kepelbagaian ciptaanNya. Oleh karena itu dalam perikop 1 Koorintus 12 : 14-27 ini menyatakan bagaimana sesungguhnya keberadaan dari perbedaan-perbedaan itu yang harus dipahami dan disyukuri. Garis Besar 1. Saling Terkait Antara Anggota Yang Satu dengan Yang Lain Kepelbagaian anggota tubuh menunjukkan identitas fungsionalnya serta eksistensinya sendiri menunjukkan peranan sebagai pelengkap keutuhan tubuh itu sendiri. Telinga telah diciptakan Allah pada posisi dan tempat yang tepat dari tubuh sesuai dengan fungsinya untuk mendengar. Hidung juga telah ditempatkan pada posisi yang tepat dari tubuh sebagai pelengkap. Jika posisi anggota tubuh tidak berada pada posisinya maka akan sangat sulit untuk menjalankan fungsinya sendiri sebagai anggota Tubuh dan akan berpengaruh dengan anggota tubuh yang lain dalam menjalankan fungsinya. Tentunya dengan keadaan yang demikian terjadinya kekacauan dan ketidak harmonisan atau dengan kata lain dikatakan cacat atau kurang sempurna.

2. Makna Kelemahan Dalam Kepelbagaian Kalau kita organ-organ tubuh kita adakah yang tidak berguna? Tentunya satu sisi kita akan mengatakan yang anggota tubuh yang ini kurang berfungsi atau yang itu tidak ada manfaatnya. Padahal dalam ayat 22-24 khususnya ayat 22 dikatakan bahwa anggota tubuh yang lemah yang paling dibutuhkan. Dalam perikop ini sendiri Paulus sangat menentang kesombongan-kesombongan atau meresa lebih daripada yang lain. Maka dengan adanya kekuatan dan kelemahan pada diri kita menjadi peluang bagi kita untuk menjadikannya berarti. Salah satu anggota tubuh kita yang lemah ialah otak yakni alat untuk berpikir, otak membutuhkan waktu yang cukup panjang untuk mampu berpikir lebih bijaksana, oleh karena itu otak dilindunngi oleh kepala. Atau selanjutnya manusia juga memiliki anggota tubuh yang sangat lemah dengan benturan-benturan, maka kita harus mengadakan penjagaan yang ekstra hati-hati agar kita tidak celaka. Padahal anggota tubuh yang lemah itu sendiri memiliki kemampuan yakni kemampuan yang tidak dapat dilakukan oleh anggota tubuh yang lain. Oleh karena itu sangat perlu ada hal penting yang perlu kita sadari dalam kehidupan yang berbagai bentuk itu sendiri. Kita diajak untuk menghormati kekurtangan dan kelemahan yang ada dalam diri saudara/i kita sebab masing-masing manusia memiliki kekurangan dalam satu moment atau dalam satu posisi, namun pada posisi dan moment yang lain memiliki kekurangan. Sama dengan diri kita masing-masing yang pada satu waktu memiliki kemampuan tetapi dalam posisi lain kita harus mengakui kelemahan kita dan membutuhkan orang lain yang merupakan bahagian dari tubuh Kkristus itu sendiri.

3. Kasih Kepedulian Anggota Tubuh Kecendrungan manusia melakukan apa yang berguna bagi dirinya sendiri, namun sangat disayangkan dengan sedikit memperhatikan orang lain. Padahal hampir seluruh manusia mengakui bahwa dirinya tidak dapat hidup tanpa orang lain. Jika memang kita mengakui bahwa diri kita adalah bahagian dari orang lain mari kita hormati kekurangan dan kelemahan orang lain dengan cara membantu dan memberikan pertolongan baginya disaat kita mampu. Sebab disaat kita menolong orang lain disitulah kita menunjukkan kasih kita sabagai orang Kristen yang percaya bahwa dirinya adalah bahagian dari Tubuh Kristus. Disaat kita lemah disitulah kita menjadi tubuh Kristus yang lemah dan membutuhkan pertolongan dari anggota Tubuh Kristus yang lain. Maka dengan demikian patutnyalah dalam setiap kita di tolong dan di tolong maka Kristuslah yang termulia karena kita melakukan apa yang seharusnya dilakukan oleh Anggota Tubuh Kristus.

Refleksi

1. Dalam kehidupan kita, kapan dan dimana saja kita hendaknya kita tetap mencritakan bahwa kita adalah Tubuh Kristus. Baik dalam Keluarga (Ayah berperan sebagai Ayah, Ibu berperan sebagai ibui, Anak sebagai anak yang sesungguhnya).

2. Manusia tidak ada yang super power atau super bisa, manusia juga tidak super lemah atau super tidak berkemampuan. Manusia itu lengkap dengan kemampuan-kemampuannya dan lengkap dengan kelemahan-kelemahannya. Jadi jangan pernah menyombongkan diri dengan dengan barometer-barometer tertentu, atau juga jangan membuat orang lain jadi sombong dengan memujamuja orang tersebut tetapi kita lupa mengatakan kelemahan orang tersebut.

3. Saling bekerjasamalah dan jangan lupa untuk sama-sama bekerja, sebab semua anggota tubuh akan sehat dan akan berjalan dengan kerjasama dan sama-sama bekerja. Tetapi keseluruhannya sesuai dengan talenta dan fungsi masing-masing.

4. Mari kita muliakan Tuhan Allah melalui peran dan fungsi kita masing-masing sebagai satu kesatuan yang utuh sebagai Anggota Tubuh Kristus. Tidak ada kata-kata tidak mampu atau tidak dapat melakukannya sebelum dicoba. Sebab siapa yang tidak melaksanakan dan tidak mengherjakan fungsinya sebagai Tubuh Kristus maka sia-sialah Kasih Allah dalam hidup kita.

5. Jadikan Kristus yang utama sebab tidak ada manusia yang merupakan Tubuh Kristus yang utuh dan sempurna, sebab hanya Kristus yang utuh dan manusia hanya anggota-anggota TubuhNya. Maka tidak ada kata-kata yang menyatakan “Karena aku atau karena si dia, Namun hanya oleh Allah dan Kasih KarunianNya”. Mulai dari sekarang sampai selama-lamanya mari kita lakukan peran dan fungsi kita sebagai Tubuh Kristus, sebagai bentuk iman kita yang nyata dan hidup didalam Kristus. Amen……

Cln.Pdt.Edward Manalu, S.Th

About these ads

3 Responses to “Bahan Khotbah 1 Korintus 12:14-27”

  1. waaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhh

  2. wiwindjabat said

    Dame ma di hamu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: