Edward Manalu

""…..Bravo Sosio Christy…..""

Bahan Khotbah Filipi 3:17-21

Posted by Edward Manalu on October 16, 2010

Pendidikan dan Keteladanan

Prakata

Kita sepakat bahwa dunia ini dengan dinamikanya sangat dipengaruhi oleh pendidikannya. Kemajuan suatu bangsa dan ketertinggallannya juga dipengaruhi oleh pendidikan. Sekarang telah banyak instansi dan lembaga pendidikan yang ada dan bertugas untuk memberikan didikan kepada umat manusia yang mengikuti pendidikan dalam lembaga-lembaga pendidikan yang kita temui. Pendidikan yang ada saat ini lebih banyak fokus kepada pengembangan rasional didikan. Padahal manusia bukan hanya terdiri dari hal-hal rasional saja, manusia juga memiliki bahagian penting lainnya, yakni rohani, jasmani, psikologi dan lain sebagainya. Pendidikan jasmani dan psikologi memang telah ada tetapi persentasenya masih minim, sedangkan pendidikan rohani yang paling berperan adalah gereja sebagai lembaga yang juga memiliki tanggung jawab untuk memberikan pendidikan kepada umatNya.

Tujuan pendidikan ialah meningkatkan sumber daya manusia itu sendiri, baik secara rasionil dan lain sebagainya. Peningkatan dalam kerohanian juga sangat dibutuhkan bagi kalangan agamawis tentang iman dan tanggung jawab iman. Oleh karena itu dalam kehidupan ini, kaum terdidik dan yang mendidik kelak juga akan menjadi orang-orang yang memiliki tingkatan sumber daya manusia yang baik dan semakin baik dalam perjalanan waktu.

Dengan memiliki sumber daya, baik dalam iman dan kemampuan lainnya dapat menjadi teladan dalam bidang pendidikan yang diikuti oleh masing-masing. Keteladanan itu sendiri bukan hanya oleh tingkatan pendidikan dan juga oleh umur seseorang, namun seluruhnya diukur dari kemampuannya dalam bidang yang digelutinya. Sebab dengan hanya mengukur tingkatan pendidikan maka kita akan menunjukkan bahwa lembaga pendidikan dunia lebih tinggi daripada pendidikan Tuhan. Padahal manusia meneladani manusia yang lain dikarenakan ketertarikan akan kemampuan seseorang yang di teladaninya.

Pointer Messesage

1. Meneladani Orang Benar

Takaran kebenaran itu ialah Allah, manusia yang dikatakan benar ialah yang melakukan sesuai dengan kehendak Allah. Dalam Ayat 17 dikatakan bahwa Paulus dan Rasul-rasul lainnnya adalah teladan. Kita diajak untuk meneladani mereka yang memiliki iman yang teguh kepada Yesus Kristus. Keteguhan iman mereka sangat teruji dengan kondisi yang mereka alami pada masa hidup mereka. Berbagai tantangan dan gelombang kehidupan menjadi sesuatu hal yang tidak menakutkan bagi mereka. Bahkan mereka sendiri rela untuk mati hanya demi mempertahankan imannya kepada Yesus Kristus.

Paulus sendiri banyak menghadapi tantangan dan cobaan pada masa hidupnya, sebagai orang yang dihormati dahulunya di kerajaan Israel kemudian berubah menjadi yang paling dimusuhi oleh kaumnya sendiri. Paulus rela menderita dalam mengabarkan Injil Yesus Kristus. Ketangguhannya hanya oleh karena motivasi imannya saja, tidak oleh harta duniawi. Kemampuannya dan kehidupannya adalah teladan bagi para anak-anak yang dikasihinya dalam iman. Timotius dan Aproditius adalah sebagai contoh nyata orang-orang yang percaya dan meneladani kehidupan Paulus.

2. Tidak Teladan Adalah Seteru Salib

Ketidak teladanan maksudnya ialah menjadikan kehidupannya bertentangan dengan kebenaran Tuhan Allah. kebohongan, tipu daya dan tindakan-tindakan yang kurang mulia lainnya adalah menunjukkan ketidak teladanan bahkan menjadi seteru salib (lih.ayt.18). Pernyataan seteru salib menunjukkan ketidak percayaan kepada Kristus bahkan memusuhinya. Salib yang dimaksud adalah Pribadi Yesus Kristus, yang telah rela memberikan diriNya sebagai Korban bagi dosa-dosa mannusia.

Dalam trikotomi kehiduapan manusia yang paling penting bagi kita sebagai orang Kristen apa? Apakah yang paling penting itu Tubuh? Atau Jiwa? atau Roh? Allah menyatakan kasihnya melalui Yesus Kristus dan bahkan merelakan tubuhNya disiksa di Salib dan bahkan dibunuh. Apakah dalam kehidupan ini lebih dahulu tubuh? Selanjutnya Yesus juga sempat tergoncang jiwaNya karena akan menghadapi siksaan yang akan diterimaNya, tetapi Dia mengalahkan ketakutannya dengan keberanian RohNya. Roh itu sanggup menjalani kehidupan yang bagaimanapun bentuknya, Roh itu tidak mati tetapi hidup dan memberikan kehidupan. Oleh karena itu dalam kehidupan orang Kristen yang lebih dahulu itu ialah kehidupan Rohani, itulah maknanya dikatakan “Cari dahulu kerajaan Allah, maka semuanya akan ditambahkan bagi kita. Jika terlebih dahulu kita mengutamakan Allah dan hidup benar maka Allah akan memberikan kelimpahan berkatNya.

3. Hidup Kewargaan Sorga

Seluruh umat manusia datang dari Allah dan hanya oleh karena kasihNya kita dibolehkan hidup dalam kehidupan ini. Kita adalah warga kerajaan sorga, menunjukkan bahwa kita adalah karya Tuhan Allah. Kita ditempatkan ke dunia sebagai pemangku tugas-tugas yang diberikan Allah. Tugas itu ialah hidup sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan. Dalam kehidupan ini duniawi tentunya kita juga akan menghadapi banyak tantangan dan cobaan, sebagai warga kerajaan Sorga kita harus menunjukkan shalom dan damai dalam menghadapinya.

Kita adalah orang-orang yang dimampukan untuk menghadapi masalah itu, dengan catatan kita tetap hidup dalam Tuhan, sebab Tuhan sendiri mampu menghadapi cobaan dan menang melawan seluruh penderitaan dan tantangan yang dihadapi dalam dunia ini. Oleh karena Kristus ada di dalam kita dan kita didalam Kkristus, maka kita juga telah dimampukan oleh Allah untuk menghadapi tantangan-tantangan tersebut. Perlu kita ingat bahwa Allah tidak akan membiarkan umatnya menderita oleh karena permasalahan yang tiidak mampu dihadapi. Kemampuan, kebijaksanaan dan menunjukkan bahwa kita adalah orang-orang yang dimenangkan Allah adalah bentuk keteladanan dalam kehidupan.

Aplikasi

1. Keteladanan orang-orang benar ditunjukkan bukan hanya melalui karya kata mereka namun ditunjukkan dari seluruh aspek kehidupannya.

2. Kunci keteladanan ialah kebenaran Tuhan Allah, jadi siapa yang hidup dalam kebenaran Tuhan Allah adalah teladan kehidupan yang benar pula.

3. Menjadi Teladan kehidupan adalah khotbah yang mendidik orang-orang disekitar kita.

4. Mari menjadi teladan dalam lingkungan kehidupan kita, sebagai wujud pernyataan iman kita yang telah beroleh belas kasihan Tuhan Yesus Kristus,, sebab hanya Kristus yang menjadi teladan utama dan pertama bagi kita.

Created by. Cln.Pdt.Edward Manalu, S.Th

2 Responses to “Bahan Khotbah Filipi 3:17-21”

  1. Silahkan didiskusikan. Tuhan Berkati

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: