Edward Manalu

""…..Bravo Sosio Christy…..""

  • Amsal 16:3

  • FB

  • Categories

  • OPTION

  • Kalender

    November 2010
    M T W T F S S
    « Oct   Feb »
    1234567
    891011121314
    15161718192021
    22232425262728
    2930  
  • My-Twitter

    Follow edwardmanalu10 on Twitter

  • AddThis

    Bookmark and Share


  • Ketik kata atau ayat:

     
    Alkitab   Bahan

  • Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

    Join 7 other followers

  • Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

    Join 7 other followers

  • My Statistick

    • 44,906 Click
  • Top Created

  • Top-Ten

Bahan Khotbah Advent I Tahun 2010 Yesaya 32:1-8

Posted by Edward Manalu on November 26, 2010

Edward Manalu

Latar Belakang

Bangsa Israel merupakan satu bangsa yang diperintah oleh seorang Raja pada tahun 735-701 SM. Bangsa Israel banyak mengalami tekanan dari berbagai bangsa-bangsa lain. Akibatnya bangsa Israel mengalami kemerosotan dalam berbagai bidang, terutama dalam bidang politik pada saat itu yang berimplikasi kekacauan pada tatanan sosial kehidupan bangsa Israel. Raja Ahaz yang memerintah bangsa itu menjalin kerjasama dengan bangsa-bangsa lain dalam rangka menghadapi musuh-musuhnya. Namun hal ini tidak menjadi jaminan bangsa itu akan mampu menghadapi musuhnya. Buktinya pada tahun 705 SM, bangsa Yehuda diserang oleh Sanherib. Nabi Yesaya yang hidup pada saat itu memberikan peringatan-peringatan dan masukan-masukan yang membangun bagi pemerintahan.

Keterangan

1. Nubuatan Raja Kebenaran

Satu nubuatan yang disampaikan oleh nabi Yesaya, bahwa seorang raja akan memerintah menurut kebenaran dan keadilan (ayt.1). Seorang pemimpin (raja), menjadi pengayom bangsanya (ayt.2), yang memberikan: keteduhan, makan dan minum serta mampu melindungi bangsanya dengan benar.

2. Raja Yang Berkuasa Penuh Kasih

Pada masa penggenapan nubuatan itu, manusia akan mengerti dan dimampukan untuk melakukan yang baik. Dikarenakan raja yang memerintah adalah yang penuh dengan kasih kuasa Allah. Akan banyak terjadi perubahan pada saat kedatangan Raja tersebut, Dia berkuasa atas segala penyakit dan kekurangan yang dialami manusia (orang buta, orang tuli, orang bisu dan kerakusan manusia disembuhkan).

3. Perubahan Paradigma

Kedatangan Sang Raja yang dinubuatkan merubah paradigma manusia. Perubahan itu ialah peralihan dari yang mengatakan bahwa kebebalan itu adalah berbudi luhur dan juga seorang penipu tidak akan lagi dikatakan sebagai orang yang terhormat (ayt.5). Pada saat manusia belum diperintah oleh Sang Raja tersebut, maka mereka akan banyak berpandangan yang keliru akan kebenaran. Orang yang banyak harta milik akan menjadi tuan terhadap orang lain, secara tidak langsung telah menciptakan ketimpangan akan kebenaran yang adil serta kasih bagi sesama manusia. Masa kedatangan Sang Raja akan merubah hal tersebut, seorang raja yang mulia itu akan menjadi hamba bagi sesamanya, menjadi hamba bagi murid-muridNya. Gaya kepemimpinan itu akan menciptakan orang-orang yang luhur yang dimampukan untuk merancang hal-hal yang luhur sampai selama-lamanya (ayt.8).

Refleksi

1. Setia dalam melakukan hal-hal yang benar dan baik menurut kehendal Tuhan yang telah memerintah dalam hidup kita. Kesetiaan ini samapai kepada masanya akan datang, bukan melakukan Firman Allah dengan kadang-kadang saja, atau ingat hanya pada saat tertentu saja. Namun sepanjang kita masih berada dalam kerajaan Allah, maka mari kita berikan diri kita kepada kuasa Allah.

2. Jadilah pelayan yang memimpin kebenaran dan keadilan seturut kehendak Tuhan. Hal ini dapat diaplikasikan hanya dengan memberikan kehidupan kita secara mutlak kepada Allah, jangan setengah-setengah, sebab dengan setengah-setengah berarti kita masih hidup dalam keragu-raguan. Seorang pemimpin itu tegas bukan ragu-ragu, dapat mengambil keputusan yang bijaksana (sesuai dengan waktu, kebutuhan dilandasi kebenaran dan keadilan).

3. Manusia yang diperintah oleh Raja yang benar dan adil ialah manusia yang hidup bebas dalam melakukan yang benar dan adil pula. Dengan demikian dirinya tidak akan menggantungkan dirinya kepada kebenaran orang lain, namun kepada kebenaran Allah. Bertindak adil bukan tergantung kepada orangnnya, namun bergantung kepada keadilan Tuhan. Manusia yang seperti ini tidak akan mau korupsi dan dikorupsikan, tetapi dia akan senantiasa melakukan dan melakukan sesuai dengan kehendak Bapanya Saja.

Tuhan Yesus Raja Kebenaran dan Keadilan Memberkati….

 

By.Cln.Pdt.Edward Manalu, STh

3 Responses to “Bahan Khotbah Advent I Tahun 2010 Yesaya 32:1-8”

  1. Vic. Anton keliat said

    mantap ketua…kalo bisa sekalian buat ilustrasinya ya ketua..karna udah jadi kebutuhan jemaat masa kini..yahud deh buat ketua.

  2. Thanks Lae, jangan lupa buat masukan juga ya, selamat melayani dalam kasih Tuhan Allah

  3. Rara said

    Horas Amang pendeta
    Dalam waktu dekat ini kami ada rencana mendaftar menjadi Jemaat HKI Tangerang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: