Edward Manalu

""…..Bravo Sosio Christy…..""

  • Amsal 16:3

  • FB

  • Categories

  • OPTION

  • Kalender

    April 2011
    M T W T F S S
    « Mar   May »
     123
    45678910
    11121314151617
    18192021222324
    252627282930  
  • My-Twitter

    Follow edwardmanalu10 on Twitter

  • AddThis

    Bookmark and Share


  • Ketik kata atau ayat:

     
    Alkitab   Bahan

  • Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

    Join 8 other followers

  • Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

    Join 8 other followers

  • My Statistick

    • 46,079 Click
  • Top Created

  • Top-Ten

Bahan Khotbah Markus 14:3-9

Posted by Edward Manalu on April 14, 2011

Perbuatan Baik dengan Mendahulukan Yesus

Markus 14:3-9

Pengantar

Adalah baik, jika kita menimbang-nimbang mana yang lebih baik untuk dilakukan dalam bersikap. Memiliki pertimbangan dalam menjalankan sesuatu akan menhasilkan tindakan-tindakan yang lebih matang daripada tindakan tanpa pertimbangan terlebih dahulu. Selaku orang yang bertuhan dan sekaligus yang tinggal di dunia, manusia perlu memahami bagaimana hidup diantara keduanya (Tuhan dan Dunia). Pandangan dari sisi manusia yang beriman kepada Tuhan akan berbeda jika dibandingkan dengan pandangan murni-duniawi. Ada saatnya kedua pandangan tersebut kontroversial dan ada juga saatnya sinergis. Oleh karena itu, perlu kebijaksanaan untuk melihatnya, bukan berusaha mempertentangkannya dan juga untuk mensinergiskannya. Tetapi dengan kebijaksanaan yang mengenal harkat dan eksistensi, maka pandangan itu sendiri harus berpihak pada kebenaran dan kepada pemberi hidup dan pemberi kebenaran sesungguhnya. Dengan demikian manusia yang bertuhan dan sekaligus hidup di dunia akan dimampukan untuk berbuat sesuai dengan kehendak Tuhan.

Latar Belakang Singkat

Kehidupan pada masa Yesus penuh dengan ketimpangan-ketimpangan sosial, masyarakat berada dibawah kekuasaan Kaisar yang dijajah oleh bangsa Romawi. Keadaan ini berpengaruh dengan kehidupan masyarakat, terutama dari di sisi ekonomi dan politik. Keadaan ini tentunya akan mempengaruhi cara pandanga masyarakat, yakni pandangan yang lebih peduli dengan eksistensi mereka yang miskin.

Kehadiran Yesus yang memilih untuk memberitakan kabar kebenaran menjadi tantangan tersendiri bagi pola hidup pada saat itu. Yesus menyampaikan FirmanNya agar tidak takut dengan keadaan hidupnya. Yesus juga mengajarkan untuk lebih mementingkan Tuhan dan KebenaranNya daripada yang lainnya. Sampai kepada waktu Yesus akan disalibkan, Dia senantiasa menunjukkan sikap yang konsisten dengan kebenaran Ilahi. Yesus lebih memilih untuk singgah dan makan dirumah Simon yang Kusta daripada rumah orang-orang kaya pada saat itu. Secara sosialnya, masyarakat Israel akan menjauhi orang-orang yang sakit Kusta, sebab penyakit itu dianggap kutukan bagi mereka. Orang yang sakit kusta adalah orang yang terkutuk, namun Yesus tetap mengunjungi dan bahkan makan bersama-sama dengan keluarga itu.

Sikap Yesus yang demikian akan sangat bertentangan dengan pandangan pemuka-pemuka masyarakat dan agama Yahudi, mereka telah melihat bahwa yang diajarkan Yesus itu tidak sesuai dengan pemahaman yang mereka ajarkan, akhirnya pada perikop ini (Markus 14:1-2) diberitakan bahwa para ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah mempersiapkan untuk penangkapan dan pembunuhan Yesus. Mereka berencana untuk melakukannya bukan pada hari Paskah dan Hari Raya Roti tidak beragi. Imam-imam kepala dan ahli Taurat mencari-cari jalan untuk menangkap Yesus dengan tipu muslihat. Pada saat itu Yesus berada di Betania dirumah Simon si Kusta (Mrk 14:1-3). Yesus bersama murid-muridNya sedang makan di rumah Simon, disinilah Yesus diurapi dengan minyak Narwastu oleh seorang perempuan yang bernama Maria (Yohanes 12:3). Melihal hal itu, ada seorang yang gusar dan berkata “untuk apa pemborosan minyak Narwastu ini?

Eksegetis

1. Dalam keadaan sulit memberi yang terbaik bagi Tuhan (ayt. 3-5)

Kemiskinan masyarakat pada saat itu tidak menjadi penghalang bagi seorang perempuan yang membawa buli-buli pualam berisi minyak Narwastu murni yang curahkannya keatas kepala Yesus. Perempuan itu yang bernama Maria (Yoh. 12:3) merupakan masyarakat biasa, dia bukan dari kalangan bangsawan telah menunjukkan sesuatu hal yang bertentangan dengan keadaan pada saat itu, jika dipandang dari sisi rasionalitas. Mereka juga berada dalam rumah orang yang dianggap kena kutuk, yang seharusnya beroleh pertolongan dari orang-orang yang mampu serta masih banyak yang memerlukan pertolongan yang dapat dibanntu jika minyak itu difungsikan untuk menolong orang miskin. Itulah yang menjadi pertentangan dari seseorang yang gusar dengan tindakan perempuan itu. Dia berkata hal itu adalah pemborosan dan bahkan memarahi perempuan itu. Tetapi dalam perikop ini, perempuan itu tidak menjawab atau menanggapinya, yang pasti dia telah melakukan urapan bagi Yesus dengan minyak Narwastu murni yang mahal harganya itu.

Tindakan perempuan itu menjadi sesuatu yang luar biasa dari sisi iman, ia menunjukkan dan menyatakan imannya, ia percaya bahwa Yesus adalah yang lebih berharga daripada minyak Narwastu itu. Yesus memang yang terbaik sebab Dia adalah Tuhan. Maka sebagai orang-orang percaya diingatkan untuk selalu memberikan yang terbaik bagi Tuhan seperti yang dilakukan oleh perempuan itu.

2. Perbuatan yang baik tahu mendahulukan Tuhan (ayt. 6-7)

Yesus berkata “Biarkanlah dia. Mengapa kamu menyusahkan dia? Ia telah melakukan sesuatu perbuatan baik pada-Ku (6). Yesus menyatakan bahwa yang dilakukan oleh perempuan itu itu adalah perbuatan baik padaNya. Perbuatan itu tidak boleh dilarang-larang oleh siapapun termasuk oleh murid-muridNya sendiri. Dalam ayat 7 Yesus menambahi “karena orang-orang miskin selalu ada padamu, dan kamu dapat menolong mereka, bilamana kamu menghendakinya, tetapi Aku tidak akan selalu bersama-sama kamu”. Yesus mengajarkan kepada murid-muridNya agar tahu mendahulukan yang prioritas, orang miskin dapat ditolong dikemudian hari, namun Yesus mengetahui waktunya akan segera tiba dan tidak akan bersama-sama dengan mereka lagi, sebab Dia akan di menuju puncak Tiang Salib.

Kecendrungan manusia yang akan lebih mengutamakan hidup duniawi perlu dikaji kembali kebenarannya, apakah dalam melaksanakan sesuatu hal telah sesuai dengan kehendak Allah, atau masih dalam kehendak manusia itu sendiri? Hal-hal yang baik hanya diketahui Tuhan, dan perbuatan baik dihadapan Tuhan ialah mendahulukan Tuhan. Menolong orang miskin adalah perbuatan yang baik, namun dihadapan Allah, perbuatan baik ialah perbuatan yang mendahulukan Dia. Sebab Allah itu yang utama dan paling berharga, Allah mampu melakukan apapun, sedangkan manusia terbatas. Oleh karena itu, secara iman sangat manusia memerlukan Tuhan dalam melakukan hal-hal baik termasuk dalam melakukan perbuatan baik untuk membantu orang miskin.

3. Melakukan apa yang dapat dilakukan untuk mengingat Tuhan (ayt. 8-9)

Tindakan pengurapan biasanya dilakukan oleh seorang imam, makna urapan itu ialah kesiapan seseorang untuk melaksanakan tugas tertentu yang dikehendaki Tuhan. Urapan itu ialah peneguhan yang membetuk tekad bulat pantang menyerah sampai kepada tercapainya tujuan yang ditentukanNya. Urapan minyak Narwastu yang dilakukan bagi Yesus itu adalah tanda akan karya Yesus dengan penderitaanNya. Penderitaan yang pahit dan hina itu akan diakhiri dengan semerbak wanginya penebusan dan kemenagan Tuhan Yesus untuk menebus dosa-dosa manusia.

Tindakan perempuan itu berada dalam rencana Allah, perempuan itu telah melakukan apa yang dapat dilakukannya bagi Yesus. Hal itu akan lebih baik daripada Petrus yang berjanji untuk senantiasa bersama-sama dengan Yesus, namun pada akhirnya Petrus-lah yang menyangkal Yesus (Mat. 26:69-75; Mrk. 14: 66-72; Luk. 22: 56-62 dan Yoh. 18:15-18, 25-27). Bagaimana dengan kita?

Melalui perikop ini, Yesus mengajak umat manusia untuk senantiasa mendahulukan Tuhan, mengingat Tuhan Yesus dengan melakukan hal baik dengan segenap kemampuan kita seturut kehendakNya.Dengan lebih mendahulukan Tuhan Yesus Kristus maka kita akan dimampukan untuk melakukan hal-hal baik lainnya.

Yakinkan hati kita mulai sekarang untuk senantiasa mengingat dan mendahulukan Allah yang begitu mengasihi hidup kita.

 

Created by. Cln.Pdt.Edward Manalu, STh

About these ads

One Response to “Bahan Khotbah Markus 14:3-9”

  1. pendeta38 said

    :) happy weekend

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: