Edward Manalu

""…..Bravo Sosio Christy…..""

  • Amsal 16:3

  • FB

  • Categories

  • OPTION

  • Kalender

    August 2016
    M T W T F S S
    « Mar    
    1234567
    891011121314
    15161718192021
    22232425262728
    293031  
  • My-Twitter

    Follow edwardmanalu10 on Twitter

  • AddThis

    Bookmark and Share


  • Ketik kata atau ayat:

     
    Alkitab   Bahan

  • My Statistick

    • 85,239 Click
  • Top Created

  • Top-Ten

Partitur Mars HKI

Posted by Edward Manalu on March 21, 2016

LAS ROHAM NUAEANG O HKI

Shalom…

Bagi Saudara/i umat Tuhan Huria Kristen Indonesia (HKI) disini ada partitur Mars HKI yang saya tulis ulang… silahkan download… semoga bermanfaat…

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Garis Besar Khotbah Natal Filipi 2:5

Posted by Edward Manalu on December 13, 2015

Khotbah Natal STM Immanuel
Sabtu, 05 Des 2015
Thema
Hendaklah kamu dalam hidupmu menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus (Filipi 2 : 5)
Sub Thema
Kita dipanggil supaya bersama, bersatu untuk menjadi berkat dan mendatangkan kebaikan bagi sesama di dunia sekitar kita

1. Surat Filipi ini ditulis oleh R.Paulus ketika paulus sedang dalam keadaan dipenjarakan oleh karena Injil, dan Paulus menasehatkan agar seluruh jemaat yang ada di kota Filipi hidup bersama dalam pikiran dan perasaan yang sama seperti Kristus Yesus, jelas sekali jika Paulus atau Firman Tuhan lewat Paulus menasehatkan yang demikian,ini berarti bahwa ada jemaat yang mulai hidup yang tidak sesuai dengan ajaran Firman Tuhan, yakni hidup untuk kepentingan sendiri.
2. Ayat ini merupakan bahagian dari ciri-ciri orang Kristen, yaitu
A. Yang memiliki penghiburan dalam Kristus
B. Dorongan dalam Kasih, dan
C. Kemurahan hati
3. Ada 2 hal yang perlu kita perhatikan dalam ayat ini, yaitu:
A. Pikiran dan Perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus
Walaupun dengan pikiran dan perasaan ini berbeda, tetapi dalam persekutuan yang dipersatukan oleh Tuhan Yesus, maka pikiran dan perasaan itu menjadi satu-kesatuan: inilah yang menjadi pikiran Tuhan agar kita semua menjadi satu kesatuan yang benar, mulai dari satu Roh (persekutuan Roh), maka kalau Roh kita semua satu yakni Roh Kristus, maka sudah seharusnya tidak ada seorangpun yang merasa lebih baik dari yang lain, saling melayani dan saling membutuhkan, inilah gerakan gereja awal,begitu indahnya kebersamaan waktu itu.

4. Oleh Karenanya dalam persekutuan orang percaya itu, harus menghidupi pendidikan S3 yang diperoleh dari Tuhan Yesus Kristus, yakni:
1) Satu kasih: memeiliki kasih yang sama, kasih Yesus, bukan kasih manusia yang gampang berubah, kasih yang bisa menerima apa adanya.
2) Satu jiwa: saling memperhatikan dan saling melayani, inilah jiwa dari Yesus.
3) Satu tujuan: kebersamaan ini bukan seperti kumpulan orang yang dipasar, yang saling mencari untung, bukan!!!, tetapi bersama ini adalah kebersamaan untuk mencapai kesela matan yang sempurna.

5. Dengan Kesatuan Ciri itu, maka persekutuan akan menjadi berkat yang mendatangkan kebaikan bagi sesamanya dan juga bagi lingkungannya

Created By

Pdt. Edward Manalu, STh

HKI Resort Bethesda 05 Desember 2015

Posted in Khotbah, Uncategorized | Leave a Comment »

Garis Besar Jamita Natal Lukas 3:8a

Posted by Edward Manalu on December 13, 2015

Parbuehon hamu ma na tama, paboa naung muba rohamuna!
Lukas 3 : 8a

1. Hamubaon ni roha sian dosa, ima panghorhon ni haluaon ni jolma napinasahat ni Tuhan Jesus Kristus.,
2. Hamubaon naboha do naung masa dibagasan ngolunta?
3. Hamubaon ni Roha do hangoluan ni angka naporsea. Sasintongna parjolo do Debata paubahon ngolunta, ima marhite panobusionna, dipauba Debata do ngolunta sian namardosa gabe umpuna ni Kristus.
4. Dipangido Debata do jolma naung marhamubaon I asa Marparbue. Boasa ingkon marparbue
1) Parbue I do tanda sisean ni Tuhan Jesus, Johanes 15 mandok “Ahu do Hau Anggur, hamu do rantingna”. Hau anggur, ima sada hau na mura di arahon songon pangidoan ni nampunasa hau anggur i. jala ingkon marparbue do hau anggur I, (Jakobus 2:17) Haporseaon i pe songon i do: Anggo so adong pangulaonna, naung mate do hadirionna. Jala parbuena pe ingkon denggan, ndada holan namarparbue sambaing, alai ingkon na denggan, na angur, alana ndang bahenon ni angka naporsea gabe marlea Debata.
2) Parbue I tanda ni naung magodang ranting ni Hau i. Molo so marparbue, manang ndang denggan parbuena, dengganan ma I dipangkas/dipaias asa lam tu dengganna manang tu ramosna parbueana.
3) Parbue ni Hau I Patandahon Bona ni Hangoluaonna. Unang songon natarsurat di Jeremia 2:21: “Alai anggo ahu nunga nian husuan ho gabe hau anggur na denggan, boni hasintongan, hape gabe lambang do ho di porlak anggur ni halak sileban!”
5. Adong 2 macam parbue i : 1. Parbue Naramos 2. Parbue Namanontong.
6. Parbue Namanontong, ima
 Parbue na so hatop malos
 Parbue na so hatop busuk
 Parbue na so martahan
Aha Mai :
1) Pangajarion : Poda 22:6 “Tibu hian pasomalsomal dakdanak i marparange hombar tu dalanna; nang dung matua ibana, ndang tagamon morot ibana sian I”.
2) Hata Pasupasu : Poda 18:21 “Hamatean dohot hangoluan marpandapotan do tu dila, jala manang ise na mangaradotisa panganonna do parbuena”.
3) Marsilehonlehon : Songon sahalak namabalu na di Sarfat, na so adong be dihadihana alai tongtong mangalehon tu si Elia Naposo ni Tuhan i. gabe dapotan do ibana diangka pasupasu namanontong.
7. Marhite ari Hatutubu ni Tuhan Jesus Kristus on, Nunga dipauba Tuhan rohanta, taparbuehon ma na tama, ramos jala manontong. Amen

Created By

Pdt. Edward Manalu, STh

HKI Resort Bethesda 03 Desember 2015

Posted in Khotbah, Uncategorized | Leave a Comment »

Garis Besar Khotbah Keluaran 12:21-28

Posted by Edward Manalu on October 3, 2015

Khotbah Keluaran 12 : 21-28

KARYA ALLAH JADI BUDAYA HIDUP

 

Pendahuluan

  1. Jauh sebelum ada perayaan Paskah Kristen, sudah ada paskah (pesakh) yang dirayakan oleh bangsa Yahudi. Perayaan Paskah ini adalah peristiwa penyelamatan, pembelaan dan peringatan Allah akan kemahakuasaanNya atas manusia dan seluruh ciptaanNya.
  2. Makna Paskah dalam perayaan ini adalah suatu Karya penyelamatan Allah bagi bangsa Yahudi yang mau menuruti kehendakNya dan sekaligus hukuman atas Firaun yang jahat dimata Allah.
  3. Perayaan Paskah itu dirayakan oleh umat Yahudi setiap Tahun, sebagai peringatan dan syukur atas karya keselamatan Allah bagi mereka.

 

Renungan Tematis

  1. Bagaimana karya Allah dalam hidup kita?

Ada beberapa hal

  1. Karya Allah hanyalah karya Allah tanpa arti dalam hidup kita atau,
  2. Karya Allah hanya menjadi cerita Alkitabiah semata.

5. Saudara dan saya adalah Pewaris Karya Allah, sebab orang Kristen disebut sebagai murid-murid Yesus, Anak-anak Allah. Allah itu adalah Raja dan tentu saja dalam kerajaanNya hanya anak-anakNya saja yang akan menjadi ahli warisNya.

6. Sebagai Pewaris Karya Allah tentu saja kita harus hidup dalam karya Allah dan berkarya seturut kehendak Allah semata. Dengan demikian maka karya Allah akan menjadi budaya hidup kita. (Tidak seperti layang-layang yang putus dari benangnya, kemana arah angin kesitu juga dia diterbangkan).Karya Allah yang menjadi budaya hidup orang yang benar ialah:

  1. Membudayakan Kasih Allah
  2. Membudayakan Kepedulian Allah dengan tindakan nyata
  3. Membudayakan Pengampunan Allah dengan sepenuh hati
  4. Membudayakan Keadilan Allah
  5. Membudayakan kemerdekaan dari Allah dengan menentang Perbudakan

7. Sebagai warga pewaris Karya Allah bukan berarti mengatakan budaya suku kita tidak perlu. Namun lebih dari itu kita adalah pewaris Karya Tuhan. Jadi mari jadikan Karya Allah sebagai garam dan terang dalam segala liku kehidupan kita. Baik dalam rumah tangga, pekerjaan, adat istiadat, social dan ekonomi dlsb.

8. Gereja kita GBKP menamai tahun 2015 ini sebagai “Tahun Peningkatan Sosial Ekonomi dan Budaya Jemaat” sesuai dengan Garis Besar Pelayanan (GBP) GBKP 2010 – 2015. Dalam hal ini tentu kita tidak hanya akan berbicara tentang budaya dan melestarikan budaya meperlihatkan tradisi – tradisi Karo seperti yang kita perlihatkan sekarang ini dalam kegiatan – kegiatan gerejawi. Tetapi kita harus melihat lebih jauh dari itu !. Bukankah kita melihat sekarang ini telah terjadi menipisnya rasa solidaritas dalam kehidupan, menguatnya kecendrungan melakukan nepotisme, fanatisme kelompok (primordial), kolusi, gampang pecah dan banyak hal lagi yang telah menjadi budaya yang kurang baik dalam kehidupan bergereja. Bukankah seharusnya kita melakukan hal yang lebih dari itu dengan memperlihatkan ciri kehidupan Allah dalam kehidupan kita sehari – hari dengan meningkatkan nilai – nilai keadilan sosial, peduli, solidaritas berdasarkan potensi yang kita miliki.

9. Kita adalah Karya Allah jadi biarkan Allah berkarya melalui kita. Kita ada karna kemuliaan Tuhan jadi biarkan Tuhan pakai kita untuk kemuliaanNya.

10. Seperti Musa dan Harun dan seluruh Umat Israel yang diselamatkan, karena mereka mau dan taat atas Firman Tuhan mereka selamat dari kematian oleh perbudakan di Mesir dan dan melewati kematian oleh karena Laut Merah.

11. Mari kita memperlihatkan “Perbuatan Allah Jadi Adat dan Budaya dalam Kehidupan” sebagai warga GBKP – Warga Pewaris Kerajaan Tuhan yang kekal.

Bahan Khotbah di GBKP P.Kerinci 04 Oktober 2015

Disadur dari berbagai sumber

oleh Pdt.Edward Manalu, STh

Posted in Khotbah | Tagged: , , , , , , , | Leave a Comment »

Bahan Khotbah Yohanes 6 : 35+41-51

Posted by Edward Manalu on August 4, 2015

Pendahuluan

Perikop ini adalah kelanjutan Pelayanan yang dilakukan oleh Tuhan Yesus bagi orang banyak disekitar Danau Galilea-Tiberias. Banyak orang yg mengikuti Tuhan Yesus, sebab mereka telah terpesona (keheranan) dengan Mujizat yang dilakukanNya. Orang banyak itu mengikuti Yesus dengan motivasi jasmani, itulah yang membuat Yesus menghardik mereka (Yoh.6:26). Tuhan Yesus menginginkan agar mereka mengenal dan menerima Dia sebagai Juru Kunci Kehidupan. Itulah sebabnya Tuhan Yesus mendemostrasikan KemahakuasaanNya dihadapan orang banyak itu, yakni sebagai tanda bagi mereka.

Kajian Teologis

1. Yesus adalah Roti Hidup

Tuhan Yesus menyatakan siapa diriNya bagi orang banyak yang mencari-carinya dan juga diantara para murid-muridNya. Dia mengatakan bahwa Dia-lah Roti Hidup, Barang siapa yang datang kepadanya, tidak akan lapar lagi, dan barang siapa yang percaya padaNya, dia tidakn akan haus lagi (6:35). Tuhan menunjukkan diriNya sebagai yang utama, sebab pada masa itu Roti adalah makanan pokok bagi bangsa Israel. Yang dimaksudkan oleh Tuhan Yesus ialah bahwa Dia adalah sumber dari segala sesuatu yang pokok bagi umat manusia. Sesuatu hal yang sangat diperlukan untuk hidup.

Selanjutnya Tuhan Yesus menyatakan diriNya sebagai Roti yang turun dari sorga (6:41), Dialah Roti Hidup (6:48). Yesus menerangkan siapa dirinya bagi manusia, bahwa Dialah kehidupan itu dan yang empunya kehidupan. Tidak ada manusia manapun yang dapat hidup tanpa Dia. Sebab Dialah yang telah diutus agar manusia yang berdosa (yang seharusnya mati oleh karena dosanya) beroleh kehidupan. Oleh Karenanya, Tuhan Yesus berusaha menyakinkan orang banyak itu agar percaya padaNya dengan mengatakan “Sesungguhnya barang siapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal” (6:47), “barang siapa makan daripadaNya, ia tidak akan mati” (6:50).

2.Orang Bersungutsungut Karena Tidak Percaya

Orang banyak yang mendengarkan Tuhan Yesus mengatakan bahwa Dia Adalah Roti hidup menjadi bersungut-sungut (6:41). Mereka tidak percaya dan tidak mengerti apa yang dikatakan oleh Tuhan Yesus tentang diriNya. Orang-orang itu mengandalkan kemampuan pikirannya untuk mengenal Tuhan Yesus, mereka melihat bahwa Tuhan Yesus adalah anak Yusuf dan Maria yang mereka sendiri mengenalnya. Dengan pemikiran yang demikian tentu saja mereka tidak akan percaya dengan yang disampaikanNya. Itulah sebabnya Tuhan Yesus menghardik mereka “jangan kamu bersungut-sungut” (6:43). Lalu Tuhan Yesus kembali menyatakan siapa DiriNya bagi mereka dengan mengatakan bahwa Dia adalah yang datang dari Allah, dan Dialah Tuhan yang akan menjadi Hakim Agung Akhir Zaman.

Refleksi

1. Siapakah Yesus dalam hidup kita? Apakah Tuhan Yesus menjadi hal yang paling pokok dalam hidup kita? Tuhan Yesus telah berfirman bahwa Dialah Roti Hidup, maka Yesus adalah hal yang pokok, yang memberikan hidup. Jaminannya hanya Dia, sebab tidak ada nama lain di dunia ini yang menjadi Juru Selamat yang menentukan hidup manusia sampai akhir jaman, sebab dialah pokok kehidupan itu.

2. Bersungut-sungut adalah bukti ketidak percayaan, sebab setiap orang yang bersungut-sungut diakibatkan hanya mengandalkan kemampuannya sendiri atau bahkan hanya mengandalkan jasmaninya saja. Untuk itu mengenal Yesus tidaklah kenal dengan bersungut-sungut, walau ada kesusasahan yang akan dihadapi, haruslah tenang dan semangat bersama Tuhan, Sebab Tuhan Yesus adalah Roti Hidup yang telah memberikan diriNya untuk kehidupan bukan kematian.

3. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan (Mat.5:6). Yesus adalah Roti Hidup, Yesus Adalah sumber kehidupan dan kebenaran yang sejati, Ia adalah Allah yang Mahakuasa, Dia adalah Logos (Firman). Tuhan Yesus bersatu dengan FirmanNya (Yoh.1:1). Oleh karenanya, Firman Tuhan harus menempati posisi yang utama dalam hidup kita. Setiap orang yang percaya kepada Kristus akan hidup dalam FirmanNya dan FirmanNya yang memberikan kehidupan. Oleh karenanya dalam setiap orang percaya hidup Firman Tuhan selanjutnya setiap yang percaya akan menjadi Firman Tuhan yang hidup tanpa bersungut-sungut. Amen

Pdt. Edward Manalu, STh

HKI Resort Bethesda Pangkalan Kerinci

Posted in Khotbah | Tagged: , , | Leave a Comment »

Bahan Khotbah Roma 13:8-14

Posted by Edward Manalu on August 31, 2014

DSC_0082Intisari Roma 13:8-14

1. Kasih kepada Allah dijewantahkan juga melalui kasih bagi sesama, sebab kasih itu bersumber daripada Allah yang terlebih dahulu mengasihi manusia. Kasih itu adalah hukum Allah, Allah mengasihi manusia sebab manusia adalah mahluk ciptaan yang dikasihiNya. Itulah sebabnya Allah memberikan AnakNya Yang Tunggal bagi penebusan manusia dari kuasa dosa. Oleh karenan manusia telah beroleh kasih Allah, maka manusia juga dimampukan untuk mengasihi sesamanya dengan kasih yang benar. Kasih yang benar itu seturut dengan hukum Allah sendiri yakni Hukum Taurat dan seluruh Firman Allah. Jadi, seseorang dianggap melakukan kasih yang benar kepada sesamanya ialah ketika ia memberikan kasih Allah itu sendiri.

2. Karena kasih itu telah ada bagi orang percaya, maka setiap yang beroleh kasih itu berkewajiban mengasihi sesamanya manusia. Jika kasih itu tidak dilaksanakan maka kita telah berutang kepada sesama kita manusia. Sebab orang percaya dikasihi untuk mengasihi.

3. Kasih itu telah memenuhi Hukum Taurat, sebab dimana kita mengaplikasikan kasih Allah disitulah kita memenuhi Hukum Taurat Tuhan. Relasi Hukum Taurat dengan kasih tidak dapat dipisahkan. Sebab didalam kasih manusia tidak akan membunuh, tidak akan mencuri dst. Dengan demikian, hubungan antara kasih dan Hukum Taurat adalaha hubungan yang terikat erat dan satu kesatuan, oleh karenanya, kasih yang benar ialah kasih dari Allah yang memiliki aturan main sama dengan Hukum Allah. Dengan kata lain tiada Kasih yang benar jika melanggar Hukum Taurat.

4. Kasih itu nyata didalam diri Yesus Kristus dan Dialah terang Kasih Allah itu. Oleh karenanya didalam surat Paulus ini, jemaat dimintakan agar mengenakan Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang. Sebab manusia yang percaya didalam Tuhan Yesus Kristus disebut juga sebagai anak-anak terang Kasih Allah. Maka seluruh hidup orang-orang percaya jauh dari kegelapan dunia ini, namun hidup terus menerus didalam terang Kasih Allah.

5. Jangan menunggu-nunggu melakukan kasih,tetapi segeralah melakukannya selama matahari masih bersinar menerangi kita, selama kita masih bisa melihat dunia ini. Jangan terlambat, jangan takut tidak mampu, karena kasih itu memampukan kita melakukan kasih. Amen..

Pdt. Edward Manalu, STh

HKI Resort Bethesda P.Kerinci 31 Agustus 2014

Posted in Khotbah | Leave a Comment »

Bahan Khotbah Mazmur 67 : 2 – 8

Posted by Edward Manalu on August 16, 2014

Khotbah 17 Agustus 2014
Mazmur 67:2-8

1. Mazmur ini biasanya dinyanyikan pada perayaan panen raya

2. Sekarang kita diberikan Firman ini untuk menerangi iman dan hidup kita pd saat HUT RI ke 69.
a. Indonesia telah diberkati dengan kemerdekaan atas penjajahan yg pernah menimpa bangsa ini selama 350 Tahun.
b. Bangsa ini patut bersyukur sebab menjadi Negara rebutan bagi bangsa-bangsa lain karena kekayaan alamnya.
c. Sayang Indonesia tidak memiliki karakter yg benar-benar bersyukur akan kekayaan Alamnya yg notabene adalah berkat ciptaan Allah. Sehingga rakyat Indonesia tetap didalam suasana kekelaman: kemiskinan, ketertinggalan,
d. Bersyuku itu bukanlah hal yg passif atau sebatas verbalisme. Namun bersyukur adalah hal yg dilakukan dengan aksi – aktif.
e. Bangsa Indonesia seharusnya bersyukur karena alamnya yg kaya. Namun janganlah kiranya pd alam yg kaya rakyat hidup miskin, namun seharusnya didalam alam yg kaya ada rakyat yg sejahtera.
f. Oleh karenanya diharapkan bangsa ini mampu memelihara dan mengkelola kekyaan itu untuk kebaikan bersama

3. Semua hidup karena berkat Allah
a. Tidak ada manusia yg dapat hidup tanpa berkat Allah. Tidak ada juga manusia yg tidak mengharapkan berkat Allah.
b. Berkat tidak dapat dimonopoli hanya untuk personal, namun bagi semua mahluk Allah.
c. Kita adalah yg diberkati, dan orang yg diberkati itu tahu mengucap syukur kepada yg memberikan berkat.
d. Berkat Allah yg kita terima dari Allah setiap minggunya yg disampaikan oleh Imam sama dengan yg dilakukan oleh imam pd masa PL (Bilangan 6 : 24-26) meliputi 3 aspek yakni:
Perlindungan, Kasih Karunia, dan Damai Sejahtera.

4. Untuk apa kita diberkati? Diberkati untuk menjadi berkat
a. Abraham adalah yg diberkati Allah, untuk apa dia diberkati? Baca Kejadian 12 : 3: Allah memberkati Abraham agar menjadi berkat bagi orang lain.
b. Berkat adalah segala sesuatu yang Allah limpahkan kepada kita yang dapat kita nikmati dengan sepenuh-penuhnya. Kapankah kita bisa benar-benar menikmati berkat? Pada waktu kita berbagi dengan sesama kita tanpa pamrih dan tanpa pilih kasih. Jadi, kekayaan, kekuasaan, kesehatan, dll. adalah berkat tatkala bukan hanya kita, dan keluarga kita dan kroni kita yang menikmatinya, tetapi juga orang lain, sekeliling kita, sesama kita ikut berbagian. Berkat benar-benar menjadi berkat dan dinikmati waktu berkat itu menjadi berkat buat orang lain

5. Berkat Untuk Bangsa-Bangsa
a. Indonesia adalah salah satu dari bagian bangsa-bangsa didunia ini. Oleh karenanya Indonesia seharusnya menjadi berkat bagi bangsa-bangsa lain yang ada didunia ini.
b. Allah juga memberkati Indonesia terbukti dengan kemerdekaan dan alam yang subur adalah berkat bagi bangsa kita. Oleh karenanya bersyukurlah dengan segenap hati dan dimintakan agar bangsa ini juga dipimpin oleh Tuhan pada jalanNya yg benar.
c. Marilah kita bersyukur akan berkat kasih Tuhan bagi bangsa kita Indonesia dengan menyanyikan KJ.No.337 : 1 , 3

6. Biarlah Tuhan yg memerintah / Memimpin rakyat dan Bangsa Indonesia:
a. Dengan pimpinan Tuhan maka kita akan terlepas dari ketakutan akan ketidakadilan sebab Dia adalah Tuhan yg adil buat semua orang.
b. Indonesia akan semakin baik jika dipimpin oleh Allah sebab:
 “Akulah jalan” (Yoh. 14:6)? Siapakah yang memungkinkan kita beroleh keselamatan?
 Siapakah yang akan memerintah suku-suku bangsa sehingga mereka bersorak? (Bdk. Why. 7:9).
 Bukankah Dia yang memegang pemerintahan atas dunia? (Why. 11:15).

7. Indonesia telah diberkati dengan kemerdekaan penjajahan fisik dan kita juga sebagai orang percaya telah merdeka dari perbudakan dosa oleh anugerah Tuhan Yesus Kristus. Maka sudah sepantasnya kita hidup didalam zona kemerdekaan itu, yakni hidup dengan pimpinan Tuhan Allah. Amin

Posted in Khotbah | Leave a Comment »

Jamita Rom 8 : 26 – 30

Posted by Edward Manalu on August 13, 2014

FirmanMu Menjadi Terang Tahun 2014

Hatorangan ni Evangelium Minggu VI Dung Trinitatis

Minggu, 27 Juli 2014

Rom 8 : 26 – 30

 Patujolo

Dipasahat Apostel Paulus do Surat on tu angka naporsea di luat Rom hirahira taon 57. Sihol do rohani Apostel Paulus mangkobasi tu angka naporsea diluat Rom, hirim do ibana asa sanga maradi satongkin di luat Rom dipardalanana naeng mangkobasi tu Spanyol (Rom 15:24,28). Dipasahat ibana ma surat on, asa marsihohot haporseaon ni angka naporsea i di Tuhan Jesus Kristus namangolu jala na tongtong mangula diangka na porsea.

 Hatorangan ni Turpuk

Ayat 26-27

Mangurupi jolma i na laho martangiang manang mangido na tama tu Debata ima sada sian ulaon ni Tondi Porbadia (Pneuma). Saluhutna do jolma i mardosa (Pat.Rom 3:23) jala ndang adong be na tama diadopan ni Debata, nunga mate saluhutna alani dosa i (Epesus 2:1). Jadi dibagasan dosa i do hagaleon i na manghorhon na so margogo be jolma i patupahon angka na denggan. Alai parasiroha do Debata, dilehon Ibana do Tondi Porbadia na mangondihon, namangajari jala napaingothon naporsea i di hata ni Debata (Johanes 14:26). Jala tubagasan Tondi Porbadia i do angka naporsea di didi/namarsahaphon (memetraikan) jolma i tu ari haluaon (Pat.Epesus 4:30). Alani i saluhutna akka na porsea i nunga bongot be sasintongna dibagasan Tondi Porbadia i, ima Tondi ni Debata.

Martangiang/marpangidoan tu Debata i marhite sahat do tu Debata molo marhite Tondi Parbadia. Di ayat 27 dipangke do hata πνευματος (Pneumatos) napatuduhon “Tondi na sian Debata”, jadi, Tondi na sian Debata i do naumboto saluhutna na sinangkapan ni dohot na pinangido ni Debata. Jala dibagasan hasadaon namarsibotoan do Debata dohot Tondi i “…..Ndang adong na tumanda na di Debata, ia so Tondi ni Debata” (1 Korint 2:11). Jadi marpangidoan na tama ma angka na porsea i tu Debata marhite pangurupion, pangajarion ni Tondi Porbadia (Epesus 6:18).

 

Ayat 28-29

Nunga torop diportibion jolma na gabe rintik, stress, struk dungi stop alani na holan ibana sambing na mamingkiri dohot mangulahon angka ulaonna. Somal do angka namarhaujungan ngoluna holan alani parkarejoan dohot angka ulaonna na gagal. Masa ma sahit “Pecah Pembuluh Darah” alani tingkat stress na marlobi adong muse do na mardalandalan i alani na so monang di PILKADA, dna. Saluhutna i, holan alani na so adong be roha holong dibagasan ngoluna. Di ayat 28 di dok “Alai taboto do, saluhutna do manumpak tu na denggan di angka na marholong ni roha di Debata”, angka namarholong ni roha tu Debata manumpak tu hadengganon do ngoluna, baliksa angka na so marholong ni roha di Debata manumpak tu akka na so denggan do parngoluonna. Ditodo Debata do jolma natinandaNa hian asa tudos marpangalaho tu AnakNa i ima Jesus Kristus (ayat 29).

Di ayat 29 dipangke do hata συμμορφους της εικονος (dijaha Summorpus tes eikonos) namarlapatan do i “sarupa tumiru rupa” (Pat. 1 Musa 1:26). Ditodo Debata do jolma i asa sarupa tumiru rupa ni AnakNa, ima Jesus Kristus, asa dohonon ma angka na porsea i saluhutna sanngkabona dohot Kristus Jesus. Sangkambona dohot Jesus Kristus ndang mandok gabe Tuhan jolma i songon Jesus Kristus, alai gabe sarupa tumiru pangalaho ni Kristus i ma parngoluan ni angka na porsea i. Sarupa tumiru pangalaho ni Jesus Kristus namanghaholongi Ama i, namanghaholongi dongan jolma dohot namangulahon saluhutna na sinangkapan ni Ama i, ido tanda ni holong di Tuhan Debata Jahowa. Molo dung manghaholongi Debata sarupa tumiru rupa ni Jesus Kristus, manumpak tu na denggan ma saluhutna parngoluan ni jolma naporsea i.

 Ayat 30

Adong 3 (tolu) na pinasahat ni ayat 30 on ima;

Naparjolo “natinodoNa do dijou”, panodoion napinatupa ni Debata ima na gabe sarupa tumiru pangalaho ni AnakNa Tuhan Jesus Kristus. Debata do namanodo saluhutna jolma i asa gabe siihuthon Ibana (Pat.Johanes 15:16). Panodoion ni Debata adong do secara khusus adong muse secara umum, issarana: songon namasa dipanodoian ni Tuhan i asa gabe raja si Saul dohot si Daud, namangihut panodoion ni Debata tu si Saulus (na gabe si Saulus dung porsea), ima panodoion ni Debata secara khusus. Na secara umum: ima na tinodo ni Debata do saluhutna jolma asa gabe si ihuthon Debata, issarana napinasahat ni Tuhan Jesus di Matius 28:19-20 Pat.Jesaya 52:10, Lukas 24:47. Ndada songon napinasahat ni si Johanes Calvin (sipungka Teologi Kalvinisme) taringot tu “Predestinasi” ima: “naung ditontuhon Debata do saluhutna na angka na masa dohot na adong”. Gabe songon turpuk (takdir) do “Panodoion ni Debata” molo idaon sian predestinasi na pinasahat ni si Johanes Calvin i. Saluhutna do jolma ditodo Debata tumiru pangalaho ni Jesus Kristus, jala dibagasan panodoon ni Debata i do panjouonNa.

Napaduahon “Dipintori Debata do na di jouNa”. Ndang adong jolma na so mardosa, jala ndang dapot pujion ni Debata jolma i (Pat.Rom 3:23). Dihadosaon ni jolma i, ndang margogo be na laho pasintonghon dirina diadopan ni Debata, alani saluhutna nunga digohi dosa. Holan Debata do namargogo manesa dosa ni jolma, Ibana sambing do naso mardosa. Alani i Debata do napatupahon pamintorion tu jolma i asa margogo mangalo angka hagiot ni dosa dibagasan ngoluna. Angka na ni jouNa i do dipintori Debata. Jadi, ndang dapot pamintorion jolma naung tinodo ni Debata molo so mangoloi dipanjaouonNa, songoni muse do baliksa.

Napatoluhon “Dipasangap Debata do Naung PinintoranNa”. Dung dipintori Debata joma i, mangolu ma ibana dibagasan sangkapNa, gabe jolma naporsea ma jolma i. Naporsea, ima namangolu dibagasan Kristus (Pat.1.Kor.1:30). Dibagasan Debata do adong hasangapon na tutu, ndada hasangapon alani hamoraon ni portibion manang alani hagabeon di portibion, alai hasangapon na tutu ima hasangapon salelenglelengna na adong di Debata sambing (Pat.1.Pet.4:11). Dibahen i, angka na porsea namangolu dibagasan Kristus i namarsangap i, tarihot ma tu napasangaphon Debata laos disima dapotan sangap angka naporsea i napinatupa ni Debata (Pat.2.Tes.1:12).

 Aplikasi

Sai adong dope angka naporsea i marsitugantuganan manang namabiar mambahen tangiang dipartangiangan sektor manang partangiangan punguan. Adong muse na gabe marsidalian molo dung dapot giliran partangiangan tu bagasna gabe manjua holan alani namabiar manguluhon tangiang. Hape saluhutna naporsea i nunga di didi tubagasan goar ni Debata Ama, Anak dohot Tondi Porbadia, hira na sipata mago do panghorhon ni pandidion i molo sian duruna idaon diangka naporsea i molo songoni dope pangalahona. Disialani i, unang be nian masa angka sisongoni diangka naporsea i, tarlumobi ma ruas ni HKI. Gabe sipartangiang ma saluhutna angka ruas i, Songon na ni dok ni Apostel Paulus “Martangiang ma hamu, mardongan sandok pangidoan dohot elehelek di bagasan Tondi, manang sadihari pe, huhut dungo jala jugul tongtong, tumangiangkon saluhut angka na badia” (Epesus 6:18), ai saluhutna do dipasupasuhon tu naporsea i Tondi Porbadia, mangoloi ma naporsea i dipanoguonNa, pangajarionNa dohot pangondihononNa diangka saluhutna hahurangan ni naporsea i. Nang pe humurang hita mangido na tama tu Tuhan i, alai tongtong ma dijugulhon martangiang dibagasan Tondi ni Debata, ai Tondi i do napatamahon tangiang i parjolo, dungi dipasahatma tu Ama i.

Ndang hea nok mata ni Tuhan mamparrohahon saluhutna jadijadianNa. Tung saluhutna do diparrohahon Debata, ido tanda ni holongNa tu angka hita jolma. Disangkapi Debata do asa dapotan tumpal hangoluan sogot saluhutna jolma i (Joh.3:15-16, 36; 6:40,47,54, dna). Disiala ni i, saluhutna jolma ditodo Debata do tumiru rupa ni pangalaho ni AnakNa, jala angka namangulahon panodoionNa i do dijou asa dipintori dungi dapotan sangap. Alani i, tinggilma hita manangihon panjouon ni Debata jala taihuthon ma sangkapNa. Tajangkon ma pamintorionNa, asa tama hita mangula angka ulaon namanumpak tu na denggan hombar tu sangkapNa i saleleng hita mangolu sahat tu na haroroNa i bahen sangap dohot hamuliaon di Ibana. Amen.

Thema

“Diurupi Tondi I Do Na Porsea Patupahon Sangkap Ni Debata”

  1. Sub Thema
  2. Barani jala jugul ma hita martangiang ai TondiNa i do namangurupi
  3. Mangoloi ma hita tongtong disangkap ni Debata namanodo, manjou, mamintori dohot silehon sangap i

 

 Edward Manalu, STh

 

Ende

  1. 454:1-3
  2. 464:1 , 2
  3. 390: 1 , 3
  4. 112 : 3 , 4
  5. 249 : 1—
  6. 238 : 5 , 7
  7. 227:1—

Posted in Khotbah | Leave a Comment »

Jamita Psalmen 145 : 8 – 14

Posted by Edward Manalu on August 13, 2014

FirmanMu Menjadi Terang Tahun 2014

Hatorangan ni Evangelium Minggu III Dung Trinitatis

Minggu, 06 Juli 2014

Psalmen 145 : 8-14

 

Patujolo

Sian pangantusionna ia buku Psalmen on (Heber: Tehillim), ima songon ende pujipujian na pinasahat ni angka par-psalmen. Dipatupa angka pande ni Bibel (Teolog) do horong ni buku psalmen on na 150 bindu i gabe 10 horong hombar tu thema dohot ondolanna, ima: Psalmen tangiang mangido pasupasu (86; 102) , Psalmen pujipujian (47, 68, 104, 145-150), Psalmen tangiang haluaon (38, 88), Psalmen panindangion ni haporseaon (33, 94, 97, 136, 145), Psalmen Panopotion ni Dosa (6, 32, 38, 51, 102, 130, 143, 51, ), Psalmen Tangiang pangondianon (21, 67, 89, 122), Psalmen bura ni Debata tu angka musu ni Israel (35, 59, 109), Psalmen habisukon (37, 122, 45, 49, 50, 78, 104, 105-107), Psalmen Pangaramotion na homi sian Debata (16-17, 49, 73, 94), dohot Psalmen pamujion bolon tu Debata siala naung nilehon ni Debata PatikNa (19, 119).

Jadi Psalmen bindu 145 masuk tu dua horong ima Psalmen Pujipujian dohot Panindangion ni haporseaon. Tangkas do tutu idaonta di bindu 145 on na pinasahat ni raja Daud pujipujian tu Jahowa (ayat 1-4, 9-13, 15-21). Dinamamuji Jahowa i, huhut do dihatindangkon raja Daud haporseaonna di Debata (1-21). Dipujipujian na mardongan panindangion i tarida muse do panugunoguon tu angka namanjaha manang na mananginangi psalmen on asa dohot mamuji pasangaphon Debata Siparholong jala Siparasiroha i.

Hatorangan ni Turpuk

  1. Partalup, Parasiroha Jala Pardengganbasa do Jahowa

Didok “Partalup jala parasiroha do Jahowa” (ayt.8) dungi didok muse “Pardengganbasa do Jahowa disaluhutna” (ayt.9). tarida do panindangion ni par-psalmen dibagasan turpuk on ima Jahowa na וְרַחוּם (manjaha: werakhum) sian hata dasarna rakhum, hata sifat do ianggo hata i, namarpangantusion marhabisukon, parholong, jala parasiroha (Bahasa Indonesia: berahkmat, penyayang, berbelaskasihan). Hadirion ni Debata do marhabisukon, parholong jala parasiroha, ndang boi lingkang na tolu hadirionNa i sian Ibana. Debata parasiroha i taridama i sian pambahenan ni Debata sandiri di ngolu ni na tinompanai. Ndang tompu rimas ni Debata tu angka namangulahon dosa, taridama i sian masa ni si Adam dohot si Hawa na olo dielaela Ulok i, ndang pintor gabe disalpuhon Debata ngolu ni jolma i, alai denggan do disungkun Debata jolma i taringot tu angka dosa na ni ulana (1 Musa 3), dungi gabe dibahen Debata do uhumNa tu jolma i anggiat muba sian hagiot ni Dosa i. Songoni muse do raja Daud namangulahon dosa dompak si Betsyeba dohot tu si Uria, ndada pintor disalpuhon ngolu nis si Daud, alai dilehon Debata dope tingki di ibana asa marhamubaon. Jadi tutu do na ni dokni par-psalmen on, ia Debata i “Lambas do Ibana tarrimas” tu angka namardosa (Pat.Hesekiel 33:11).

Di ayat 9 dipakke do hata טוֹב־יְהוָה לכֹּל‎‏ (Tov Yehowa/Adonay lekol: Pardengganbasa/burju do Jahowa tu saluhut). Tangkas do dipangkilalahon si Daud dengganbasa ni Jahowa dibagasan parngoluonna, songoni nang tu bangso na pinillit ni Jahowa i. Ndang gabe dipasombu Jahowa bangsoNa i manaon angka na porsuk i ro di salelengna (tarmasuk ma i na so gabe salelengna Israel gabe hatoban ni bangso Misir, ndada gabe salelengna bangso i dihabuangan Babel), alai di ramoti Tuhan i do parngoluon ni bangso i huhut dipatuduhon do tu bangso i inganan na laho si inganan na gok susu dohot situak ni loba. Dengganbasa ni Jahowa i pe ndada holan tu bangso Israel, alai tu saluhut jadijadianNa, nang tu angka bangso na asing pe na di luar Israel. Dapotan pasupasu do tutu bangso Misir di tinggki na gabe marhuaso si Josep di Misir. Dapotan pasupasu do nang angka luat na asing ditingki haroroan ni Barita Na Uli tu Asia, Afrika, Autralia, nang tu Indonesia pe, jala tarmasuk ma i tu bangso Batak. Jadi, tu sude do dengganbasa ni Jahowa asalma gabe siparsidohot diangka na laho mangulahon lomo ni rohaNa.

 

  1. Mandok Mauliate na Gabe Sitindangi ni Debata

Mandok Mauliate di hata Heber dipangke do hata יוֹדוּךָ Manjaha: “yodukha” sian hata הוֹדוּ manjaha “hodu” (bentuk hipil kausatif: membuat jadi) namarlapatan do i “mamuji, mandok mauliate” (hata Indonesia: Memuji, bersyukur) jala namangulahon pamujion i, ima מֲעֲשֶיךָ manjaha “ma’asekha” sian hata מַעֲשֶה manjaha “ma’ase” (bentuk tunggal maskulin) namarlapatan bahasa Indonesia: Perbuatan, pekerjaan atau hasil. Jadi angka jadijadian natinompa/hasil karya ni ni Debata patut do patupahon pamujion jala mandok mauliate tu Ibana Sitompa Langit dohot tano ro di sude isina. Hata on mangido reaksi aktif sian angka naumbegesa nang dohot angka namanjahasa, jadi mandok mauliate nang patupahon pamujion i, ingkon do dipatupa marhite aksi hasil reaksi sian Panompa nasumurung i.  

Dipasahat par-psalmen do panogunoguonNa tu angka saluhutna jadijadian ni Debata asa dohot mamuji pasangaphon (reaksi aktif) Debata Pardengganbasa jala Siparholong i. Dipangido do asa mandok mauliate sude jadijadian ni Debata, ima na gabe sitindangi Debata do angka na niasian ni Debata, mambaritahon hamuliaon ni harajaon ni Debata, marhatopothon hagogoon ni Debata na sumurung i, pabotohon tu jolma manisia angka hagogoonNa i dohot hasangoponNa i, sitindangi di harajaon na salelenglengna, dohot panggomgomionNa na ro di sude angka sundut. Ayat 10-13 on ma na gabe pujipujian na manogunogu angka naumbegesa/namanjahasa. Songon sada jamita na mangolu do hata na dibagasan turpuk on saluhutna, ima jamita na niendehon ni raja Daud na laho pasahathon panindangionna tu Debata mardongan panuguon tu angka naumbegesa.

 

  1. Jahowa do Namanungkoli dohot Pahehehon Ngolu on

Diayat 14 adong do hata namandok “Jahowa do situngkol sude nanaeng tinggang” dihata aslina (Hata Heber) hata situngkol diterjmahon do i sian hata סוֹמֵךְ (manjaha somekha) sian hata סָמַךְ (manjaha : samakh) namarlapatan “mendukung” (Inggris: Support ) manang sitolopi manang tumagonan do di dok “namargogoihon”. Namangihut hata “Nanaeng tinggang” dipangke do hata הַנֹּפְלִים (dijaha: hannope’lim) sian hata נָפַל (manjaha : Nafal) namarlapatan do i “madabu”. Jadi terjemahan na “Jahowa do namargogoihon sude jolma na tinggang/madabu”. Alani ndang nanaeng tinggang na dipargogoihon Debata dibagasan turpuk on, alai na tinggang do manang na madabu.

Marsingkat soring do hangoluan ni jolma i (sipata ditoru-sipata diginjang) tongtong do Tuhan Debata namangaramoti jolma i. Songon sorha ni padati do tutu ngolu ni jolma, sipata diginjang sipata di toru asa boi mardalan Padati i. Molo sai holan na di ginjang manang sai holan na ditoru do sorha ni padati i ndang tagamon boi mardalan Padati i. Pardalanan ni ngolu ni raja Daud pe songoni do ditingki marmahani angka birubiru ni amongna, suangsongoni ditingki andorang so gabe raja ibana di Israel (na diletelete raja Saul) dohot di tingki na hundul ibana dibangsaan ni harajaon Israel. Ndada alani haboionna manang alani habisukonna umbahen na gabe boi dipadalan ibana sorha ni harajaon ni Israel i, alai Debata Jahowa do na tongtong mandongani dohot mangaramoti ibana. Debata do namamillit ibana asa gabe raja manggantihon raja Saul, Debata muse do napaluahon Ibana sian tangan ni raja Saul, jala Debata do napamonangkon ibana mangalo si Goliath dohot angka bangso na asing namarporang dohot bangso na niuluhonna i.

Aplikasi

Pamujion na denggan taridama i sian panandaion na denggan tu napinujina, jadi ndang denggan pamujion ianggo so denggan panandaion tu nalaho sipujion. Songoni do napinatudu ni si Daud na laho mamuji Debata, sian panandaion ni ibana do dipuji Ibana Debata. Ndada gabe maol sasintongna jolma i mananda Debata, disiala nunga dipatandahon Debata dirina tu jolma i, ima marhitehite huasona namanompa langit dohot tano on ro dinasa isina, dipatandahon do diriNa sian angka hata nang uhumNa, jala tangkas do muse dibahen Tuhan i dalan ni jolma na laho mananda Ibana marhitehite na gabe jolma Ibana, ima Tuhan Jesus Kristus. Angkup ni i dilehon Ibana do muse Tondi Parbadia na laho manogunogu jolma i dihasintonganNa. Alani i, porlu do di jolma i asa denggan mananda Debata, asa tagamon denggan pamujionna tu Debata.

Debata natinanda ni si Daud, ima Debata parasiroha, pardengganbasa, siparholong, boha do nang panandaanta tu Debata i? tapangkilalahon do asinirohaNa, dengganbasaNa dohot holongNa i? Marhite turpuk on dipatandahon na parasiroha jala pardengganbasa do Jahowa diangka saluhutna jolma. Ndada holan tu sada-sada bangso asinirohaNa nang dengganbasaNa dipasahat, alai tu saluhutna jolma nang angka jadijadianNa. Sian asinirohaNa nang dengganbasaNa i ma jolma i nian na laho mamuji pasangaphon on Ibana, unang holan sai namangido nian tu Jahowa alai dohot ma pasahathon pelean na hushus marhite pambahenan dohot angka pujipujian nang dohot angka ende pe. Jojot do dibagasan huria i masa angka namarende di dok mamuji Debata, alai sian parendena nang angka pambahenanna ndada tarida namamuji Debata. Adong napataridahon haboionna marende baliksa adong muse do na holan mangendehon sajo dipanganna dohot soarana alai dibagasan roha nang pingkiranna dao do sian pangalapation ni ende i. Songon na pinsahat ni raja Daud di ende dohot pamujionna tu Debata, tarida do hinajonokkon ni panandaionna tu Debata, ndada holan dibagasan pamangan nang soarana ibana mangendehon pujipujian i, alai sian saluhutnan rohana do namangendehon i bahen hasangapon dohot hamuliaon ni Debata naung pataridahon asinirohaNa dohot dengganbasaNa dibagasan ngoluna. Hita pe itapuji ma Debata i sian saluhutna roha nang ngolunta, ai holan Ibana do Debata naung pasahathon dengganbasaNa dohot asinirohaNa.

Thema

Mandok Mauliate ma Tu Debata Siparholong Jala Siparasiroha i

Sub Thema

Mandok Mauliate tu Debata diulahon ma marhite panindangion sebagai reaksi aktif di angka naung manjalo holong dohot lasniroha sian Debata. Pos ma rohanta Ibana do namargogoihon hita ditingki na tinggang dohot paheheon sude jolma.

Pdt.Edward Manalu, STh

 

Ende

  1. 15 : 4 , 8
  2. 111 : 1 , 2
  3. 77 : 4 , 5
  4. 202 : 2 , 3
  5. 210 : 1—
  6. 504 : 1 , 3
  7. 475: 1—

Posted in Khotbah | Leave a Comment »

Jamita Mateus 13 : 1 – 9 + 18 – 23

Posted by Edward Manalu on August 13, 2014

FirmanMu Menjadi Terang Tahun 2014

Hatorangan ni Evangelium Minggu IV Dung Trinitatis

Minggu, 13 Juli 2014

Mateus 13 : 1 – 9 + 18 – 23

 

“Mananginangi, Mangauhon, jala Marparbue”

 

  1. Patujolo

Di Tano na denggan do tubu bona ni hau na ramos parbueana, ndang tagamon boi denggan parbue ni hau na tubu di tano na so denggan. Nang pe adong padang pasir saonari on na boi hatubuon ni angka suansuanan, na dipadenggan nama tano i, issarana: dipupuk, dibahen irigasi na laho gabe dalan asa boi pangkeaon tano i manang gabe inganan hatubuan ni boni. Jala ndada tagamon muse denggan parbue ni sada hau ianggo bonana pe ndang denggan. Dipasahat Tuhan Jesus do umpama dibagasan turpuk on namanaringoti Harajaon ni Debata marhite umpama boni (Hata ni Debata) tu inganan hadabuonna/ hatutubuna.

 

  1. Hatorangan ni Turpuk
  2. Ruar Manabur Boni

Di ayat 1 dipabotohon do na “Ruar” do Jesus na laho manaburhon boni tu angka jolma na torop i. Hata “απο” (manjaha “apo” : di bahasa Inggris : from, away from; by means of; out), hata “ruar” on gabe “kata kunci” namarlapatan ma i napatuduhon sada usaha aktif napinatuduhon ni Tuhan Jesus tu angka jolma. Ruar do Tuhan i sian sada bagas laho manaburhon boniNa tu angka na torop. Jadi ndada holan na sai so Tuhan i, alai diulahon Ibana do ulaonNa nasinangkapan ni AmaNa na di banua ginjang.

Namasa nuaeng godang do Huria na sai holan mamingkiri na ringkot di huria i sandiri, gabe godang do lupa huria i diangka tugas dohot tanggungjawabna sebagai pamatang/daging ni Kristus naung parjolo ruar na laho manaburhon boni tu angka jolma. Huria i do pamatang/daging ni Kristus (Pat. Rom 12: 5; 1Kor 12: 12; 27), jadi ingkon ruar do Pamatang ni Kristus i na laho manaburhon boni. Boni sisaburhonon, ima Boni napinasahat ni Tuhan i tu huriaNa, ima hataNa sandiri na laho tubu diangka ngolu ni jolma. Torop do halak namanghirim gabe hatubuan ni boni i jala baliksa sai adong muse do jolma i na so olo gabe tano hatubuan ni boni i {ima na diumpahon na mamiltik tu dalan (ayat 4), Tano na batu on (ayat 5-6) dohot tu parsihupian (ayat 7)}. Alai ndada gabe sidalian i di huria na so mangulahon namanaburhon boni i, songon Tuhan Jesus ma nian huria i na sai tongtong manaburhon boni i tu jolma na torop.

 

  1. Gabe Tano na Denggan

Diumpama na pinasahat ni Tuhan i adong 4 hadabuan ni boni i, ima:

  • Namamiltik tu dalan (ayat 4, 19)

Boni namamiltik tu dalan i gabe diparguti pidong (ayat 4) diumpamahon do halak naumbege i ndang mangantusi di Hata Harajaon i (ayat 19). Jadi molo ro angka parjahat namangelaela, tarihot do ibana tu hajahaton, laos pangkorhon ni hajahaton i do napamagohon hata harajaon i sian bagasan rohana.

  • Tu tano na batu on (ayat 5-6, 20-21)

Boni na sinaburhon tu tano na batu on ndang marurat boni i dung tubu ala so sadia bagas tano disi (ayat 5-6). Diumpamahon do tano na batu on i jolma na las rohana manjangkon Hata i (ayat 20). Angka jolma sisongonon di dok Tuhan Jesus ndang manahan diangka namasa na ro tu ngoluna. Molo ro haporsuhon manang pangaleleon pintor mumpat do Hata i sian jolma i ala ndang marurat dibagasan rohana.

  • Tu parsihupian (ayat 7, 22)

Tubu do nian boni na sinuan ni Debata di jolma na diumpamahon “parsihupian” i, alai ndang marparbue alani haportibion, issarana hamoraon/arta na di portibion. Angka jolma i, ima na olo manangi hata ni Debata alai ndang dihangoluhon, holan panangi dohot mandok sambing do ibana, ndang dohot mangulahonsa. Songon parsihupian do ngolu ni jolma na olo manangi hata ni Debata alai ndang diauhon dingoluna, alai gabe sipangambati do Hata i di ibana binahen na sai holan arta portibi do na adong dibagasan rohana.

  • Namadabu tu tano na denggan (ayat 8, 23)

Boni na madabu tu tano na denggan marpabue maloppitganda. Tano na denggan diumpamahon do on songon jolma na olo manjangkon manang denggan manangihon Hata ni Debata, dungi dipeop, dipahusorhusor dibagasan rohana, jala dihangoluhon. Diangka jolma sisongoni ma mangolu Hata ni Debata jala marparbue. Otomatis struktur ni boni naung tubu i gabe bona na bolon na laho manahan angka dangka dohot rantingna na gabe inganan ni angka parbuena namarloppitganda i.

 

  1. Manangi Hata ni Debata

Dibagasan Ilmu Komunikasi “Mendengar” manang mananginangi gabe sada ulaon na ummaol do on, alani bangko ni hajolmaon na laho mangkatahonsa. Di halak batak pe adong di dok hata “Tinggil mananginangi, bangkol mangkataho” hata on sasintongna gabe motivasi namangolu di halak Batak asa denggan mananginangi jala gabe manat na laho mangkatahonnsa. Alana sian penelitian komunikasi, molo di dok sampulu hata tu sada halak, dungi dihatahon muse hata i tu halak na asing, boi lam ganda, manang baliksa boi muse lam hurang hata i. Gumodangan do masa komunikasi sisongoni ima alani na hurang denggan mananginangi hata na laho sihatahononna. Haru na denggan mananginangi boi do masa sala mangantusi, lam ma na so denggan mananginangi. Songoni muse nang di huria i, apalagi molo dung dapot tingki na laho umbege jamita, sai adong do idaon di tongatonga ni ruas i “alang songon na mangido bantal” alani pintor dipahusor do sitanna na laho mambuat ancangancang asa mangunsande denggan hira na laho mangalap nipi (modom).

Dibagasan turpuk on tangkas do dipasahat Tuhan i “Hamu angka na marpinggol, pinggol hamu ma i” (ayat 9) dihata aslina (hata Gorik) di dok “ο εχων ωτα ακουετω” (manjaha: o echon ota akoueto) jala tumangkas do on diterjemahon di Bible Authorized VersionWho hath ears to hear, let him hear” artina di hata Batak “Ise nampunasa pinggol/sipareon manangi, manangi ma ibana”. Sian hata on dipangido Tuhan i do jolma i asa manangi di HataNa. Jala di ayat 18 di dok do muse “Onpe, tangihon hamu ma…” dipasahat Kristus i do Hata i di tongtonga ni jolma na torop di tingki i. Alani i, di tongatonga ni ngolu partondion pe dipangidohon asa denggan mamangke angka sipareonna na laho mananginangi jamita, asa denggan barita las ni roha manang barita harajaon i sahat tu hita ganup ruas ni Debata jala tubu ma hata ni Tuhan i dibagasan rohanta, marurat na togu, marbona na togos, mardangka na gok rangtingna jala disima tarida parbue na denggan na gabe jamita na mangolu tu saluhut jolma na torop.

 

  1. Aplikasi

Saluhutna natinompa ni Debata i gabe inganan hatubuan ni Boni i, tarlumobi ma jolma tinompa ni Debata (Imago Dei) na sarupa, sagombar tu Debata. Jolma i muse do na rumingkot gabe inganan ni hatubuon ni boni i, ala tu jolma i do dipasahat Debata na laho mangarajai saluhut na tinompaNa i (pat.1 Musa 2:15). Gabe tano na denggan ma jolmai di angka Boni (Hata) ni Debata asa boi denggan mangarajai na pinasahat ni Debata i, baliksa unang gabe dirajai na tinompa ni Debata, alai Kristus i ma namangarajai jolma i asa tarbahen ni jolma i na laho mangulahon angka na sinangkapan ni Debata dibagasan ngoluna.

Ditompa Debata do jolma i sian tano na denggan, jala na denggan do saluhutna na tinompa ni Debata. Tung mansai denggan do jolma i ditompa Debata. Proses sian tano na gabe jolma patuduhon ia hangoluan na pinasahat ni Tuhan i dipangke do sian panompaonNa na di ari parjolo (Langit dohot Tano). Sian tano na denggan do jolma i di tompa Debata, jala gabe tano na denggan ma nian muse gabe haojahan ni Hata ni Debata. Songon habobongot ni hosa hangoluan i tu tano i gabe mangolu jolma i, songoni muse Hata ni Debata molo bongot tu bagasan jolma i denggan ma dijangkon asa tau dapotan hangoluan jolma i.

Songon ngolu ni si Job na sai tongtong mameop hata ni Debata disaluhutna angka namasa dibagasan ngoluna, tarmasuk ma i di tingki hamaolon na hea masa tu ibana, ndang tarrampas ni sibolis i hata ni Debata na mian dibagasan rohana, nang pe ro angka donganna nang keluargana pe namandok asa ditinggalhon ibana Debata, tongtong do ndang tallus Hata ni Debata i sian si Job. Songoni ma angka na porsea i, gabe haojahan ni Hata ni Debata ndang gabe diparguti angka pidong, ndang taruncat ala tung mansai togu do uratna, ndang hona pisatan hata i gabe marpempeng, alai lam tu bolonna do hata i mangolu dibagasan jolma na denggan, na olo mameop jala mangaramoti hata i sahat tu na ramos parbuena huhut gabe boni sisaburhonon tu angka na jolma na torop.

 

Thema           :  Denggan Mananginangi dohot Mangaramoti Hata ni Debata asa Marparbue

Sub Thema   :  Parjolo ma Gabe Huria Sipananginangi dohot Siramoti Hata ni Debata Sahat tu Namarparbue, dungi manabur Hata ni Debata.

Edward Manalu, STh

Ende

  1. 05 : 1 – 3
  2. 31: 3 , 4
  3. 172 : 2 , 3
  4. 358 : 5 , 6
  5. 30 : 1—
  6. 373 : 1
  7. 26 : 1—

Posted in Khotbah | Leave a Comment »

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.